Surabaya, 27 Desember 2007
Masuk ke lokasi ini pengunjung perlu membayar tiket masuk sebesar 5000 rupiah per orang. Di tiket tersebut ada 2 bagian yang dapat disobek. Satu bagian untuk masuk ke ruang Diarama dan satu bagian untuk masuk ke dalam Monumen Kapal Selam.
Pemutaran film di ruang diarama diputar pada jam-jam tertentu. Isi filmnya cukup menarik untuk semua orang yang awam dengan kehidupan tentara di laut. Diawal film diputar mengenai sejarah kapal selam di Indonesia, peranannya selama masa perjuangan merebut kemerdekaan hingga sejarah dibangunnya monumen kapal selam ini. Di bagian akhir film terdapat ulasan mengenai peranan TNI AL secara umum mulai dari masa perjuangan hingga saat ini (sepertinya hingga tahun 2000-an).
Keluar dari ruang diarama ini, pengunjung dapat duduk-duduk di cafe yang diatur sepanjang sisi Kalimas. Suasananya cukup enak lho, walaupun air sungainya ya... coklat warnanya hehehe.. tapi di sepanjang sisi monumen ini Kalimas bersih dari sampah, beda ama Sungai Ciliwung di Jakarta.
Memasuki badan monumen kapal selam ini pengunjung dapat melihat-lihat dan mencoba-coba sendiri beberapa bagian kapal yang masih berfungsi. Ada seorang pemandunya di dalam kapal, beliau mengikuti kami (mungkin karena pengunjungnya cuma kami saat itu hehehe....) sambil bercerita apa fungsi alat, bagaimana aslinya isi kapal ini, dan bagaimana kegiatan prajurit disini.
Kunjungan ke lokasi ini cukup menarik dan informatif untuk anak-anak sekolah dasar hingga dewasa.
|